Aku nggak tau kapan kamu akan baca ini, mungkin aku cuma memberikan link ini lewat message FB.
Kalau kamu ingat, aku pernah bilang mau bicara. Tapi kemudian nggak jadi. Sampai sekarang pun belum bicara. Rasanya sulit sekali menemukan waktu yang pas. Aku akui, mungkin bicara lewat tulisan jauh lebih gampang bagiku daripada mengatakannya langsung kepadamu.
Aku rasa mungkin sampai di sini saja rasa sayang yang sering kita bicarakan itu. Bukan. Aku tidak akan meninggalkanmu. Hanya saja, kita harus mengakhiri apa yang ada di antara kita, ikatan yang tak diketahui orang lain. Apapun namanya ikatan itu, aku tidak mau tau. Mungkin lucu bagimu. Tapi ini semua tidak lucu.
Biarkan aku menjadi egois sekali-sekali. Sekian tahun yang lalu aku mundur dari hidupmu sebagai kekasih. Sekarang juga aku akan mundur sebagai “kekasih”. Ijinkan aku menjadi egois karena melindungi hatiku. Hati cuma satu dan sayangnya ia terbuat dari kristal.
Menjadi sahabatmu aku rasa jauh lebih mudah. Kamu bisa bebas bercerita tentang apa saja atau mungkin meminta pendapatku. Sebenarnya aku senang komunikasi diantara kita yang pernah putus tersambung kembali. Aku harap keputusanku tidak merubah semua itu. Tetap menjadi sahabatmu dan berkomunikasi denganmu.
Kamu pernah bilang bahwa kamu tau hatiku. Semoga saja itu benar. Dan jika benar kamu sangat mengatahui hatiku, kamu pasti tau aku berharap setelah ini tidak ada satupun dari kita yang menghilang, entah dengan sengaja atau tidak. Semoga saja kamu tau bahwa aku tetap disini bagaimanapun kondisimu. Sama seperti sahabat-sahabatmu. Menerima kamu apa adanya. Itu saja yang perlu kamu ingat.
Aku juga tidak perlu tau apa yang dapat mengingatkanmu padaku. Asal kamu tidak pernah melupakan aku, itu sudah lebih dari cukup.
Always wish you happy there