Rindukah?

Hey.. Coba katakan, kamu merindukan aku? Merindukan aku sama seperti aku yang masih sering merindukan kamu. Merindukan saat-saat kita bercanda, tertawa. Dan…sesering aku merindukan saat-saat itu, sesering itu juga aku menyangkalnya.

Menyangkalnya sebanyak dan sesering yang aku bisa.

Kamu tau, masih sakit melihat bagaimana perasaanmu untuk dia. Tapi aku rasa sakitnya tidak sama seperti dulu, seperti ketika kamu memanggil aku “sayang”. Tentu saja kamu tau lebih sakit saat itu.

Mungkin aku yang terlalu lebay dengan perasaanku. Terlalu sensitif.
Maaf sudah merindukan kamu yang tidak merindukan aku.

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar

To You

Aku nggak tau kapan kamu akan baca ini, mungkin aku cuma memberikan link ini lewat message FB.

Kalau kamu ingat, aku pernah bilang mau bicara. Tapi kemudian nggak jadi. Sampai sekarang pun belum bicara. Rasanya sulit sekali menemukan waktu yang pas. Aku akui, mungkin bicara lewat tulisan jauh lebih gampang bagiku daripada mengatakannya langsung kepadamu.

Aku rasa mungkin sampai di sini saja rasa sayang yang sering kita bicarakan itu. Bukan. Aku tidak akan meninggalkanmu. Hanya saja, kita harus mengakhiri apa yang ada di antara kita, ikatan yang tak diketahui orang lain. Apapun namanya ikatan itu, aku tidak mau tau. Mungkin lucu bagimu. Tapi ini semua tidak lucu.

Biarkan aku menjadi egois sekali-sekali. Sekian tahun yang lalu aku mundur dari hidupmu sebagai kekasih. Sekarang juga aku akan mundur sebagai “kekasih”. Ijinkan aku menjadi egois karena melindungi hatiku. Hati cuma satu dan sayangnya ia terbuat dari kristal.

Menjadi sahabatmu aku rasa jauh lebih mudah. Kamu bisa bebas bercerita tentang apa saja atau mungkin meminta pendapatku. Sebenarnya aku senang komunikasi diantara kita yang pernah putus tersambung kembali. Aku harap keputusanku tidak merubah semua itu. Tetap menjadi sahabatmu dan berkomunikasi denganmu.

Kamu pernah bilang bahwa kamu tau hatiku. Semoga saja itu benar. Dan jika benar kamu sangat mengatahui hatiku, kamu pasti tau aku berharap setelah ini tidak ada satupun dari kita yang menghilang, entah dengan sengaja atau tidak. Semoga saja kamu tau bahwa aku tetap disini bagaimanapun kondisimu. Sama seperti sahabat-sahabatmu. Menerima kamu apa adanya. Itu saja yang perlu kamu ingat.

Aku juga tidak perlu tau apa yang dapat mengingatkanmu padaku. Asal kamu tidak pernah melupakan aku, itu sudah lebih dari cukup.

Always wish you happy there ;) :D

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Celine Dion – To Love You More

Take me back in the arms I love
Need me like you did before
Touch me once again
And remember when
There was no one that you wanted more

Don’t go you know you will break my heart
She won’t love you like I will
I’m the one who’ll stay
When she walks away
And you know I’ll be standing here still

I’ll be waiting for you
Here inside my heart
I’m the one who wants to love you more
You will see I can give you
Everything you need
Let me be the one to love you more

See me as if you never knew
Hold me so you can’t let go
Just believe in me
I will make you see
All the things that your heart needs to know

I’ll be waiting for you
Here inside my heart
I’m the one who wants to love you more
You will see I can give you
Everything you need
Let me be the one to love you more

And some way all the love that we had can be saved
Whatever it takes we’ll find a way

I’ll be waiting for you
Here inside my heart
I’m the one who wants to love you more
You will see I can give you
Everything you need
Let me be the one to love you more

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Adakah?

Adakah orang yang tidak mempunyai pasangan di dunia ini?
Yang tidak diinginkan oleh siapapun untuk menjadi pasangannya?

Kata mereka semua sudah diciptakan berpasang-pasangan olehNya.

Bagaimana bila ada yang tidak berpasangan?

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Jangan Tanya

Jangan tanyakan aku ingin berucap apa.
Aku kehabisan kata-kata.
Entah sejak kapan.

Jangan tanyakan aku kenapa.
Aku juga tidak tau ada apa atau kenapa.

Jangan bertanya apapun.
Aku sedang tak ingin menjawab.

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Lamunan Pasir


Termenung menghitung pasir dalam genggamanku.
Pasir mengingatkan ku pada sesuatu.

Katanya apa yang kita miliki itu seperti pasir; jika kita genggam erat, ia akan keluar melalui celah-celah jari. Semakin erat genggaman itu, semakin sedikit pasir yang kita miliki. Sebaliknya, jika kita tidak menggenggamnya, melainkan hanya meletakkan pasir itu di telapak tangan kita, ia tidak akan berkurang. Juga tidak bertambah.

Seperti itukah kekayaan?

Seperti itukah persahabatan?

Dan,
Seperti itukah percintaan?

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Saat Gelap

Kau pergi.

Itukah keputusanmu?

Pilihanmu?

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar